Juni 28, 2008 pada 11:51 am (Pribadi)
Tags: protes hasil ulangan
PERLUKAH PROTES PADA HAL KECIL?
Nilai rata-rata rapor si Mas naik 0,05. Dulu, saat semester I nilai rata-ratanya 8,40. Sekarang naik menjadi 8,45. Menanggapi nilai yang stagnan itu, si Mas cuma senyam-senyum ajah. Ia justru sibuk memeriksa hasil ulangan yang dibagikan bersama rapor siang ini. yang ingin protes, masuk sini
Tinggalkan sebuah Komentar
Juni 28, 2008 pada 9:45 am (Pribadi)
Tags: bingisan semesteran, bingkisan untuk guru
BINGKISAN TANPA “UDANG”
Siapa yang panen bingkisan saat akhir semesteran? Guru tentunya. Khususnya guru TK atau SD. Sudah jamak dilakukan orangtua, selalu memberi bingkisan kepada guru kelas putra-putrinya. Entah kapan budaya ini mulai? Saya tidak tahu pasti. Yang jelas niat orangtua memberi bingkisan itu tentu dengan tujuan yang mulia. Sebagai tanda ucapan terima kasih lantaran telah setahun membimbing buah hatinya. Yang ingin bingkisan, silakan dilanjutkan
Tinggalkan sebuah Komentar
Juni 28, 2008 pada 1:51 am (Pribadi)
Tags: Kesepakatan, sumpah serapah
MAKELAR NOMBOK KATHOK
Mendadak Si A minta tolong. Mencarikan MC dan pengisi sebuah acara. Saat itu juga saya telepon ke teman yang biasa cuap-cuap. Si MC itu memberi harga sekian juta rupiah. Setelah dapat harga, Si A belum memberi jawaban. Dia akan ajukan dulu dana itu ke panitia. [Yang berniat jadi makelar, silankan lanjut bacanya]
Tinggalkan sebuah Komentar
Juni 27, 2008 pada 10:30 pm (1)
KETIKA TELANJUR JADI BUBUR
Setelah dibikinin email di yahoo, Si Mas bukannya rajin berkorespondensi. Ia malah keranjingan chating di YM. Beberapa kali ia mengajak ayahnya chating. Kalau enggak sibuk, ya kadang dilayani. Kalau banyak kerjaan, ya maaf saja, diabaikan. [dilanjut bagi yang punya YM]
Tinggalkan sebuah Komentar
Juni 27, 2008 pada 5:14 pm (Pribadi)
Tags: nonton bareng, surat dokter
HIDANGAN LENGKAP & SURAT DOKTER
Sejak kemarin ada saja yang ngajak nonton bareng. Padahal mereka tahu saya tak suka sepak bola. Tapi karena sekarang lagi demam Euro 2008 saya ikut-ikutan menonton (siaran ulangan). Bukan karena suka, tetapi semata-mata karena biar tak ketinggalan kereta.
Tadi siang kembali ada yang nawarin tiket gratis nobar di Kemang. Kebetulan sang teman ikut sibuk menyiapkan acara itu. Karena masih ada kelebihan pas masuk, maka ditawarkanlah ke saya. Konon, selain menjanjikan tontotan layar lebar, cemilan juga berlimpah. Sayang, panitia tak menyediakan surat dokter sekalian sehingga esok harinya (Senin) ada alasan tak masuk kerja. Coba kalau ada, pasti banyak yang berminat. Saya akan mendaftar di nomor urut pertama.
Tinggalkan sebuah Komentar
Juni 27, 2008 pada 3:57 pm (1)
SEBAIKNYA DIAPAKAN YA?
Repot juga berhubungan dengan orang yang plin-plan alias tak punya pendirian. Awal ketemu sang Ibu dengan antusias minta ini itu. Setelah negoisasi alot akhirnya kami punya titik temu dan lahirlah sebuah kesepakatan. Agar kesepakanan ini ada nilai legalnya, maka dibuat hitam di atas putih [jika sudah sepakat, silakan baca selanjutnya]
Tinggalkan sebuah Komentar
Juni 27, 2008 pada 1:34 pm (1)
Tags: Cinta Laura, Kontrak Eksklusif, manoj Punjabi
RANTAI BAGI ARTIS PAPAN ATAS
Uang Rp2 miliar tentu bukan angka yang sedikit. Entahlah bagi Cinta Laura, artis yang sampai sekarang belum fasih berbicara bahasa indonesia. Bintang muda papan atas ini digugat oleh MD Intertainment senilai Rp 2 M. MD adalah rumah produksi sinetron dan film milik trah Punjabi yang akhir-akhir ini seakan meneruskan kejayaan PH leluhurnya, Multivision.
[Bebas Baca Kelanjutannya Tanpa Harus Dirantai]
Tinggalkan sebuah Komentar
Juni 27, 2008 pada 8:54 am (Pribadi)
Tags: capek, ngorok
TERNYATA SANGAT BERBAHAYA
Begitu bangun pagi dapat protes dari bini. Tumben, tadi malam saya ngorok. Haaaa? Ngorok????? Aduh kenapa ya akhir-akhir sering ngorok. “kecapeaan kaleeee?” kata bini. Padahal sepengetahuan saya, emang ngorok ada hubungannya dnegan capek? Tapi jujur, rada ngeri juga ketika mendengar laporan kalo saya belakangan ini sering ngorok. Maklum, ngorok bukan pertanda sebuah kelelapan tidur, melainkan bisa mendatangkan petaka. Oh ya????? silakan tengok di sini
Tinggalkan sebuah Komentar
Juni 26, 2008 pada 6:05 pm (Pribadi)
Tags: salah paham, sopan
*NILAI KESOPANAN YANG DIPERTENTANGKAN*
Aneh juga mendengarnya. Dua orangtua berselisih paham dan akhirnya adu mulut bahkan kabarnya nyaris adu fisik. Masalahnya? sungguh sepele. Kalau saya boleh menganalisa, ya soal salah paham saja. Yang satu mengingatkan, atau lebih tepatnya protes (katanya lawannya, dengan nada tidak sopan). Dan satunya lagi merasa terhina karena diperingatkan dengan tidak sopan dan akhirnya berontak. Jadi inti masalahnya soal penafsiran sopan! –[silakan baca selengkapnya dengan sopan]
Tinggalkan sebuah Komentar