Ketika Dua Orangtua Bertengkar

*NILAI KESOPANAN YANG DIPERTENTANGKAN*

Aneh juga mendengarnya. Dua orangtua berselisih paham dan akhirnya adu mulut bahkan kabarnya nyaris adu fisik. Masalahnya? sungguh sepele. Kalau saya boleh menganalisa, ya soal salah paham saja. Yang satu mengingatkan, atau lebih tepatnya protes (katanya lawannya, dengan nada tidak sopan). Dan satunya lagi merasa terhina karena diperingatkan dengan tidak sopan dan akhirnya berontak. Jadi inti masalahnya soal penafsiran sopan!
Wah….kalau menilai kesopanan memang rada sudah ya? Di mana sih batas sebuah kesopanan? Tidak sopan bagi saya, belum tentu tidak sopan di Anda kan?
Kalau diminta menentukan batas kesopanan, ya, susah! Sopan sangat fleksibel. Ups…jangan protes dulu. Itu menurut saya ya? Yang kata orang (tentang saya) tidak punya unggah-ungguh.
Zaman saya kecil dulu, ketika kentut di dekat orangtua, pasti sudah dianggap, anak kecil tidak tahu taka krama alias melakukan sesuatu yang di luar kesopanan alias tidak sopan. Tapi ketika anak saya melakukan hal yang sama di dekat saya, saya anggap biasa. Seperti dia bicara, batuk, atau bersin di depan saya. Saya yakin, ketika anak saya melakukan hal yang sama di dekat eyangnya, saya yakin seyakin-yakinnya, eyangnya pasti tidak akan marah, seperti ketika saya melakukan hal yang sama zaman dulu. Artinya…..sopan rupanya sudah terkikis zaman.
Saya punya teman yang saya tahu persis dia hobi ngupil. Ketika sedang menikmati makan siang di kantin kantor yang sekarang sudah ada fasilitas wifi, dia ngupil di depan saya yang sedang mengudap soto ayam. Apakah saya menganggap dia tak sopan? Enggak tuh! Saya enggak tahu, apakah teman lain akan bilang seperti saya, atau malah ngumpat-ngumpat (meski dalam hati) dibilang tak sopan. Artinya…..nilai kesopanan itu beda tiap orang.
Nilai kesopanan juga tergantung pemahaman seseorang dan juga situasi (kalau tak percaya silakan tertawa ngakak di depan jenazah, kalau berani!). Jadi nilai kesopanan itu sangat susah ditentukan.
Nah, balik ke kasus di atas, kalau sudah tahu susah ditetapkan, kenapa juga dipermasalahkan!

*Anda Sopan, Kami Segan*
*Mudah-mudahan yang lagi berseteru tak baca postingan ini. Kalau toh akhirnya baca mereka sudah rukun lagi. Jadi postingan ini bisa disikapi sebagai lelucon semata*

Tulis sebuah Komentar