Mainan Baru

KETIKA TELANJUR JADI BUBUR

Setelah dibikinin email di yahoo, Si Mas bukannya rajin berkorespondensi. Ia malah keranjingan chating di YM. Beberapa kali ia mengajak ayahnya chating. Kalau enggak sibuk, ya kadang dilayani. Kalau banyak kerjaan, ya maaf saja, diabaikan.

Nah, ketika saya menolak ajakannya, ia jadi kebingungan mau chating sama siapa. Saya sendiri tak berani menganjurkan agar dia cari teman di dunia maya. Wah bisa gawat jika temannya tidak bertanggung jawab. Kasihan, kan, kalau si Mas “diracuni” dengan hal-hal negatif yang bisa didapat dengan mudah di internet. Gambar porno, misalnya.
Merekomendasi chating dengan teman-teman saya juga bukan solusi yang bijak. Bukan takut diracuni, tapi saya khawatir nanti malah bikin repot teman saya. Kalau nanti tiap hari ngajak chating, apa tidak repot!
Rada jiper juga terlanjur mengajari anak yang belum 7 tahun ini chating. Niat awalnya sih, biar dia bisa lebih lancar mengetikdi komputer. Tapi memang ada sesuatu yang negatif dan tersebunyi di balik semua ini. Ya, mudah-mudahan emaknya di rumah bisa mengawasi. Alah! Koksaya jadi melempar tanggung jawab sih!

*Masa lalu itu sejarah* “kungfu panda”

Tulis sebuah Komentar