Plin-Plan

SEBAIKNYA DIAPAKAN YA?

Repot juga berhubungan dengan orang yang plin-plan alias tak punya pendirian. Awal ketemu sang Ibu dengan antusias minta ini itu. Setelah negoisasi alot akhirnya kami punya titik temu dan lahirlah sebuah kesepakatan. Agar kesepakanan ini ada nilai legalnya, maka dibuat hitam di atas putih

Tapi belum genap tiga hari, mendadak selepas subuh sang ibu menelepon panjang lebar. Tapi pada intinya, menarik kembali kesepakatan yang telah ditandatangani. Gruehhhttt. Meski “nyawa” belum ngumpul, hati ini terasa dongkol juga. Ya sudah….kalau memang itu permintaannya. Apalagi dia membawa-bawa nama keluarga besar segala. Walah.
Aneh bin ajaib, menjelang saya tengat, mendadak dia mengirim SMS. “Setelah aku pikir-pikir, lebih baik seperti kesepakatan awal aja ya?” Gubrakkkkkkkkkkkkkk!!! Lha, kemarin emang tidak dipikir ya? Diapain, ya, kalau orang kayak gini……

Tulis sebuah Komentar